"aku berharap sahabatku akan selalu menjadi matahari yang terbit di setiap pagi, yang selalu ada saat dibutuhkan, dan cahayanya tak akan pudar hingga terbenam."
Sudah sebulan ini Yoseob berada
di Indonesia. Dan sudah sebulan pula aku dibuat repot olehnya. Karena yang
harusnya repot adalah sahabatku, malah tertimpa ke aku juga. Mulai dari
nganterin jalan-jalan, keliling, sampe nemenin waktu kosongnya. Seperti minggu
ini, kami mengisi waktu luang dengan hunting foto di kebun sekolah. Karena aku tak
punya kamera, akhirnya aku seperti obat nyamuk… Bosan!!!
“apa kau pernah
merasakan seperti api menyembur dari kedua lubang telingamu? Ya! Aku merasakannya
saat dia dekat dengan wanita lain selain aku. Apa katamu? Aku cemburu? Bagaimana
bila aku cemburu pada sahabatku sendiri?”